Kamis, 28 Februari 2013

Berita Paus Yohanes Paulus II Masuk Islam Adalah Berita Hoax/ Bohong

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...



Berita Paus Yohanes Paulus II Masuk Islam Adalah Berita Hoax/ Bohong
Setelah pengumuman pengunduran diri Paus benediktus XVI 1ertanggal 10 Februari 2013    dan mencuatnya isu penampakan "Paus Benediktus Sholat di Masjid Biru" yang dijadikan dasar untuk membuat berita hoax Paus benediktus masuk Islam, mencuat pula berita lain,yaitu soal Paus sebelumnya yaitu Paus Yohanes paulus II masuk Islam.

Terkait ini kami menyampaikan kembali tentang pesan yang pernah kami sampaikan di Page Muslim Menjawab Tantangan Perkembangan teknologi sedemikian pesat, sehingga setiap hari kita dibanjiri berbagai informasi dari berbagai arah,

dan tak jarang kitapun juga berpartisipasi untuk berbagi informasi yang kita terima untuk disampaikan kepada saudara dan teman teman kita.

Dari berita yang tersebar tersebut ,tidak sedikit dari berita yang beredar tersebut adalah HOAX /berita bohong.

Dan ketika dikemudian hari diketahui bahwa berita yang beredar tersebut adalah BERITA BOHONG, maka hal tersebut menjadi bumerang bagi para penyebar berita tersebut.

bahkan akibat terungkapnya adanya berita hoax tersebut juga, tidak hanya pribadi penyebar berita dipermalukan, tetapi tidak sedikit Agama dari penyebar berita dijadikan sasaran serangan akibat terungkapnya kalau berita tersebut hoax.

Dalam hal ini Allah sudah memberikan petunjukan kepada umat manusia, terutama orang mukmin tentang bagaimana sikap seharusnya dalam menyikapi sebuah berita/informasi yang kita terima,yaitu ; 


Qs Al hujurat 6

??? ???????? ????????? ??????? ??? ????????? ??????? ???????? ????????????? ??? ????????? ??????? ??????????? ???????????? ?????? ??? ?????????? ??????????

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Sebagai seorang muslim yang tahu tentang Petunjuk Allah tersebut, berusaha untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menyebar luaskan adalah sebuah keharusan,agar kita tidak menyesal dikemudian hari.

selain pengecekan terlebih dahulu, kita juga perlu membuka pintu selebar lebarnya kritikan dan masukan dari orang lain terhadap berita yang pernah kita sampaikan.

dan jika kenyataannya masukan dan kritikan tersebut menginformasikan bahwa apa yang pernah kita sampaikan tidak benar adanya, maka kita tidak perlu segan sedikitpun mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf.

==Pesan ini disampaikan untuk mengingatkan untuk diri sendiri lebih memilih untuk mengajak intropeksi diri dan perbaikan internal,dan berusaha untuk menjauhkan dari sikap yang menjadikan pihak esternal sebagai kambing hitam.

Semoga juga bisa bermanfaat bagi para pembaca, ==



dan dari penelusuran kami berita soal cerita Paus Yohanes Paulus II bersumber dari sebuah blog yang menggunakan nama :MUALAF ALHAMDULILLAH

dan setelah membaca seluruh artikel dan soal pencantuman sumber yang diarahkan ke link google , serta membaca beberapa tulisan dengan beberapa berita bombastis dan sensasional di link tersebut, KAMI BERANI MEMASTIKAN BERITA TERSEBUT ADALAH BERITA BOHONG, YANG DIBUAT MEDIA PEMBOHONG yang menggunakan LABEL LABEL ISLAM.

Untuk menunjukan bukti kebohongan dari berita tersebut,kami perlu memberikan berita pembanding, terutama berita terkait pada masa akhir hidupnya :

Sabtu, 2 April 2005, sekitar pukul 15.30 CEST, Yohanes Paulus II mengatakan kata terakhirnya, "pozw�lcie mi odejsc do domu Ojca"("biarkan aku pergi ke rumah Bapa"), kepada pendampingnya, dan mengalami koma sekitar empat jam kemudian.Misa persiapan Minggu Kerahiman Ilahi memperingati kanonisasi Maria Faustina Kowalska pada 30 April 2000,baru dilakukan di sisi ranjangnya, dipimpin oleh Stanislaw Dziwisz dan bersama dua pendamping Polandia.

Juga hadir Kardinal dari Ukraina yang pernah melayani menjadi pastor bersama Paus di Polandia, juga beberapa biarawati Polandia dari Kongregasi Suster-suster Hati Kudus Yesus (Congregation of the Sisters Servants of the Most Sacred Heart of Jesus), yang melayani rumah tangga kepausan. Ia meninggal di apartemen pribadinya jam 21:37 CEST (19:37 UTC) karena kegagalan jantung akibat tekanan darah rendah dan kegagalan peredaran darah, 46 hari sebelum ulang tahunnya yang ke-85. Yohanes Paulus II tidak mempunyai keluarga dekat pada saat meninggal, dan perasaannya sudah terungkap dari kata-katanya, seperti tertulis pada tahun 2000, pada testamen terakhirnya:

Dalam masa akhir kehidupan duniawi saya yang semakin dekat, ingatan saya kembali ke masa lalu, pada orang tua saya, pada saudara laki saya dan saudara perpempuan (yang saya tidak tahu karena meninggal sebelum kelahiran saya), pada Paroki di Wadowice dimana saya dibaptis, pada kota yang saya cintai, pada semua relasi, teman-teman SD sampai SMA dan universitas, sampai waktu saya menjadi pekerja, kemudian di Paroki Niegowic, sampai Santo Florian di Krak�w, pada layanan pastoral akademisi, pada lingkungan dari ... untuk semua milieux ... untuk Krak�w dan untuk Roma ... kepada orang-orang yang dipercayakan secara khusus oleh Tuhan kepada saya.
 Situasi Misa Requim, 8 April 2005

Kematian Paus Yohanes Paulus II diiringi ritual berusia berabad-abad lamanya dan tradisi yang berawal sejak masa pertengahan.

Upacara Pengunjungan berlangsung dari 4 April hingga pagi hari tanggal 8 April di Basilika Santo Petrus. Testamen Paus Yohanes Paulus II yang dipublikasikan pada 7 April mengungapkan bahwa paus berkeinginan dimakamkan di tanah kelahirannya Polandia namun tergantung dari para Kardinal, yang memutuskan untuk dikebumikan di gua-gua di bawah basilika.

Pada 8 April, pukul 8.00 pagi UTC, Misa Requiem dipimpin oleh Kardinal Joseph Ratzinger sebagai Dekan Dewan Kardinal dan dihadiri lebih dari 180 orang Kardinal dari berbagai negara. Misa ini menjadi misa yang memecahkan rekor dunia dalam hal jumlah kehadiran umat dan banyaknya kepala negara yang hadir. (lihat: Daftar peserta resmi pemakaman Paus Yohanes Paulus II). Ini adalah berkumpulnya para kepala negara terbesar dalam sejarah, mengalahkan pemakaman Winston Churchill (1965) dan Josip Broz Tito (1980). Empat raja, lima ratu, dan sedikitnya 70 presiden dan perdana menteri, serta lebih dari 14 pimpinan agama dari agama selain Katolik menghadiri pemakaman.
Peristiwa ini juga mungkin menjadi ziarah Kristen terbesar dalam sejarah, dengan perkiraan empat juta orang berkumpul dalam perkabungan di Roma.Sekitar 250.000 sampai 300.000 orang mengikuti peristiwa ini di Vatikan.[149] Dekan Para Kardinal, Kardinal Joseph Ratzinger, yang kemudian menjadi paus berikutnya, memimpin upacara. Yohanes Paulus II dikebumikan di gua di bawah basilika, makam para Paus. Ia dikebumikan di liang makam yang sebelumnya dipakai jenazah Paus Yohanes XXIII. Liang itu telah dikosongkan ketika jenazah Paus Yohanes XXIII dipindahkan ke ruang lain di basilika setelah dibeatifikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar