Senin, 21 Januari 2013

Roy Suryo Peringatkan Djohar untuk jangan Goblok

Roy Suryo
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo memperingatkan investor asing News Corp bahwa Pemerintah takkan bertanggung jawab jika ada pelanggaran kesepakatan dengan PSSI.
 
PSSI versi Djohar Arifin Husin yang secara goblok memberikan hak pengelolaan komersial Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) kepada perusahaan News Corp dengan imbalan 25-30 juta dolar AS, atau hampir 300 miliar rupiah per-musim. Namun perusahaan asal AS itu meminta kontrak mengikat hingga 30 tahun ke depan.
 
"Pemerintah tidak akan bertanggung jawab jika kelak ada kesepakatan yang telah ditandatangani News Corp dengan PSSI tidak terlaksana," tegas Roy Suryo usai menerima Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo di kantornya Lantai 10 Gedung Kemenpora Jakarta, Senin (21/1/2013) WIB.
 
Selain menyoroti masalah adanya kerjasama tersebut, Roy Suryo meminta PSSI untuk menaati Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) Nomor 3 Tahun 2005.
"Saya minta siapa pun harus taat dengan aturan UU SKN dan tidak bertindak bodoh  tidak terkecuali PSSI," ia menegaskan.
 
Berbicara masalah penyelesaian konflik PSSI, mantan anggota Komisi I DPR-RI itu mengungkapkan ada tiga opsi yang dihasilkan dalam pertemuan dengan Rita Subowo. Namun, ia tidak mau merinci ketiga opsi tersebut.
 
"Saya sudah koordinasi dengan Ketua Umum KOI Rita Subowo yang mendapat mandat dari AFC/FIFA untuk menyelesaikan kasus sepakbola Indonesia. Pokoknya, kekisruhan ini harus segera berakhir," ia menandaskan.
 
Sebelumnya, ketua umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Haryo Yuniarto, mengingatkan bahwa rencana kerjasama PSSI dengan News Corp berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.[yb]
 
Source : ( http://12paz.blogspot.com/2013/01/roy-suryo-peringatkan-djohar-untuk.html )

Download Bimbingan Seni Baca Qur'an

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...
Download Bimbingan Seni Baca Qur'an
Pada kesempatan kali ini saya akan share seputar Bimbingan Seni Baca Qur'an yang dapat dari Blog Sahabat. Seni Baca Al Qur�an adalah seni atau tata cara menyenandungkan bacaan Al Qur�an dengan menggunakan kaidah tajwid serta diperindah oleh lagu atau irama tertentu dan pengaturan suara yang memadai.
Dalam Seni Baca Al Qur�an , para qori� di Indonesia umumnya membagi lagu atas 7 ( tujuh ) macam lagu utama. Antara lain sebagai berikut :
  1. Bayati
  2. Shoba
  3. Hijaz
  4. Nahawand
  5. Sika
  6. Rost
  7. Jiharka

Berikut ini adalah bimbingan tausyih dan praktek seni baca Al Qur�an dengan pembimbing H. Muammar ZA dan didukung santri-santri dan sahabat beliau, antara lain : Asep Heriyanto, Heri Qusaeri, Ahmad Fauzi Ridwan, Herman, Ubay, SY. Nadia M, Cut Misni dan Naziah.
Volume 1 Side A    :   Bimbingan Tausyih Bayati
Volume 1 Side B    :   Praktek Lagu Bayati pada surat Ar-Rahman
Volume 2 Side A    :   Bimbingan Tausyih Shoba
Volume 2 Side B    :   Bimbingan Tausyih Hijaz
Volume 3 side A     :   Bimbingan Tausyih Rost dan Sika
Volume 3 side B     :   BimbinganTausyih Jiharka dan Nahawand
Untuk download lagu-lagu dalam format mp3 tersebut, silahkan klik link berikut ;
Volume 1 Side A    :   DOWNLOAD HERE
Volume 1 Side B    :   DOWNLOAD HERE
Volume 2 Side A    :   DOWNLOAD HERE
Volume 2 Side B    :   DOWNLOAD HERE
Volume 3 side A     :   DOWNLOAD HERE
Volume 3 side B     :   DOWNLOAD HERE

-------------------------------------------------

Sampai disini dulu posting kali ini, semoga bermanfaat dan berguna  untuk kita semua :)

Source : ( http://www.darussalam-okus.tk/2011/08/download-bimbingan-seni-baca-quran.html#.UP1OzvKCXUc )

Pentingnya Bahasa Arab

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...
Pentingnya Bahasa Arab
Abstract Dimension - Imam Asy-Syafi�i mengatakan, Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles. (Siyaru A�lamin Nubala, 10/74.)



Itulah ungkapan Imam Syafi�i buat umat, agar kita jangan memarginalkan bahasa kebanggaan umat Islam. Seandainya sang imam menyaksikan sikap umat sekarang ini terhadap bahasa Arab, tentulah keprihatinan beliau akan semakin memuncak.



Bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan bahasa Arab begitu banyak. Idealnya, umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini. Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun memfasilitasi dan mengarahkan anak-anak untuk tujuan tersebut.

Di masa lampau, bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil.



Redupnya perhatian terhadap bahasa Arab nampak ketika penyebaran Islam sudah memasuki negara-negara �ajam (non Arab). Antar ras saling berinteraksi dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan dalam perbincangan. 



Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang pada umumnya, banyak yang menganaktirikan bahasa Arab. Yang cukup memprihatinkan, para orang tua kurang mendorong anak-anaknya agar dapat menekuni bahasa Arab ini.



Keistimewaan Bahasa Arab

  1. Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran. Allah ta�ala berfirman: �Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya.� (QS. Az Zukhruf: 3)
  2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para sahabat. Hadits-hadits Nabi yang sampai kepada kita dengan berbahasa Arab. Demikian juga kitab-kitab fikih, tertulis dengan bahasa ini. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya.
  3. Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya.
  4. Indahnya kosakata Arab. Orang yang mencermati ungkapan dan kalimat dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.

Petunjuk Urgensi Belajar Bahasa Arab

1. Teguran Keras Terhadap Kekeliruan Dalam Berbahasa

Berbahasa yang baik dan benar sudah menjadi tradisi generasi Salaf. Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengucapan ataupun ungkapan yang tidak seirama dengan kaidah bakunya dianggap sebagai cacat, yang mengurangi martabat di mata orang banyak. Apalagi bila hal itu terjadi pada orang yang terpandang.



Ibnul Anbari menyatakan: �Bagaimana mungkin perkataan yang keliru dianggap baik�? Bangsa Arab sangat menyukai orang yang berbahasa baik dan benar, mereka memandang orang-orang yang keliru dengan sebelah mata dan menyingkirkan mereka�.



Umar bin Khaththab pernah mengomentari cara memanah beberapa orang dengan berucap: �Alangkah buruk bidikan panah kalian�. 



Mereka menjawab, �Nahnu qawmun muta�alimiina (kami adalah para pemula)�, (Seharusnya: Nahnu Qawmun Muta�alimuuna � mereka salah dalam bahasa -ed) maka Umar berkata, �Kesalahan berbahasa kalian lebih fatal menurutku daripada buruknya bidikan kalian�� (Al Malahin, karya Ibnu Duraid Al Azdi, hlm. 72)



2. Perhatian Salaf Terhadap Bahasa Arab

Umar bin Khaththab pernah menulis surat kepada Abu Musa yang berisi pesan: Amma ba�du, pahamilah sunnah dan pelajarilah bahasa Arab�.



Pada kesempatan lain, beliau mengatakan: �Semoga Allah merahmati orang yang meluruskan lisannya (dengan belajar bahasa Arab)�.



Pada kesempatan lain lagi, beliau menyatakan: �Pelajarilah agama, dan ibadah yang baik, serta dalamilah bahasa Arab�.



Beliau juga mengatakan: �Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah kehormatan�. (Tarikh Umar bin Khathab, karya Ibnul Jauzi, 225)



Para ulama tidak mengecilkan arti bahasa Arab. Mereka tetap memberikan perhatian yang besar dalam menekuninya, layaknya ilmu syar�i lainnya. Sebab bahasa Arab adalah perangkat dan sarana untuk memahami ilmu syariat.



Imam Syafi�i pernah berkata: �Aku tinggal di pedesaan selama dua puluh tahun. Aku pelajari syair-syair dan bahasa mereka. Aku menghafal Al Qur�an. Tidak pernah ada satu kata yang lewat olehku, kecuali aku memahami maknanya�.



Imam Syafi�i telah mencapai puncak dalam penguasaan bahasa Arab, sehingga dijuluki sebagai orang Quraisy yang paling fasih pada masanya. Dia termasuk yang menjadi rujukan bahasa Arab.



Ibnul Qayyim juga dikenal memiliki perhatian yang kuat terhadap bahasa Arab. Beliau mempelajari dari kitab Al Mulakhkhash karya Abul Baqa�, Al Jurjaniyah, Alfiyah Ibni Malik, Al Kafiyah Asy Syafiah dan At Tashil, Ibnul Fathi Al Ba�li. Beliau juga belajar dari Ali bin Majd At Tusi.



Ulama lain yang terkenal memiliki perhatian yang besar terhadap bahasa Arab adalah Imam Syaukani. Ulama ini menimba ilmu nahwu dan sharaf dari tiga ulama sekaligus, yaitu: Sayyid Isma�il bin Al Hasan, �Allamah Abdullah bin Ismail An Nahmi, dan �Allamah Qasim bin Muhammad Al Khaulani.



3. Anak-Anak Khalifah Juga Belajar Bahasa Arab

Para khalifah, dahulu juga memberikan perhatian besar terhadap bahasa Arab. Selain mengajarkan pada anak-anak dengan ilmu-ilmu agama, mereka juga memberikan jadwal khusus untuk memperdalam bahasa Arab dan sastranya. 



Motivasi mereka, lantaran mengetahui nilai positif bahasa Arab terhadap gaya ucapan mereka, penanaman budi pekerti, perbaikan ungkapan dalam berbicara, modal dasar mempelajari Islam dari referensinya. 



Oleh karena itu, ulama bahasa Arab juga memiliki kedudukan dalam pemerintahan dan dekat dengan para khalifah. Para pakar bahasa menjadi guru untuk anak-anak khalifah.



Al Ahmar An Nahwi berkata, �Aku diperintahkan Ar Rasyid untuk mengajarkan sastra Arab kepada anaknya, Muhammad Al Amin. Al Makmun dan Al Amin juga pernah dididik pakar bahasa yang bernama Abul Hasan �Ali bin Hamzah Al Kisai yang menjadi orang dekat Khalifah. 



Demikian juga pakar bahasa lain yang dikenal dengan Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad bin As Sari mengajari anak-anak Khalifah AlMu�tadhid pelajaran bahasa Arab. Juga Abu Qadim Abu Ja�far Muhammad bin Qadim mengajari Al Mu�taz sebelum memegang tampuk pemerintahan�.



Bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik di dunia, karena Allah memilihnya menjadi bahasa yang digunakan di dalam kitab-Nya yang mulia. Selain itu, bahasa Arab memang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pendidikan. Terutama dalam memahami Islam dengan baik dan benar. Hendaknya kaum muslimin bersemangat dalam mempelajarinya. Semoga saja.



Pengaruh Bahasa Arab Untuk Pendidikan

1. Mempermudah Penguasaan Terhadap Ilmu Pengetahuan

Islam sangat menekankan pentingnya aspek pengetahuan melalui membaca. Allah ta�ala berfirman, �Bacalah dengan nama Rabb-mu yang menciptakan.� (QS. Al �Alaq: l)



Melalui bahasa Arab, orang dapat meraih ilmu pengetahuan. Sebab bahasa Arab telah menjadi sarana mentransfer pengetahuan. Bukti konkretnya, banyak ulama yang mengabadikan berbagai disiplin ilmu dalam bait-bait syair yang lebih dikenal dengan nazham (manzhumah atau nazhaman). 



Dengan ini, seseorang akan relatif lebih mudah mempelajarinya, lantaran tertarik pada keindahan susunannya, dan menjadi keharusan untuk menghafalnya bagi orang yang ingin benar-benar menguasainya dengan baik.



Sebagai contoh, kitab Asy Syathibiyah Fi Al Qiraati As Sab�i Al Mutawatirati �Anil Aimmati Al Qurrai As Sab�ah, adalah matan syair yang berisi pelajaran qiraah sab�ah, karangan Imam Al Qasim bin Firah Asy Syathibi. Buku lain yang berbentuk untaian bait syair, Al Jazariyah, yaitu buku tentang tajwid karya Imam Muhammad bin Muhammad Al Jazari. 



Dalam bidang ilmu musthalah hadits, ada kitab Manzhumah Al Baiquniyah, karya Syaikh Thaha bin Muhammad Al Baiquni. Dan masih banyak contoh lainnya.



2. Meningkatkan Ketajaman Daya Pikir

Dalam hal ini, Umar bin Khaththab berkata, �Pelajarilah bahasa Arab. Sesungguhnya ia dapat menguatkan akal dan menambah kehormatan.�



Pengkajian bahasa Arab akan meningkatkan daya pikir seseorang, lantaran di dalam bahasa Arab terdapat susunan bahasa indah dan perpaduan yang serasi antar kalimat. Hal itu akan mengundang seseorang untuk mengoptimalkan daya imajinasinya. 



Dan ini salah satu faktor yang secara perlahan akan menajamkan kekuatan intelektual seseorang. Pasalnya, seseorang diajak untuk merenungi dan memikirkannya. Renungkanlah firman Allah ta�ala, �Barangsiapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.� (QS Al Hajj: 31)



Lantaran dahsyatnya bahaya syirik kepada Allah, maka permisalan orang yang melakukannya bagaikan sesuatu yang jatuh dari langit yang langsung disambar burung sehingga terpotong-potong tubuhnya. Demikian perihal orang musyrik, ketika ia meninggalkan keimanan, maka syetan-syetan ramai-ramai menyambarnya sehingga terkoyak dari segala sisi, agama dan dunianya, mereka hancurkan. (Tafsir As Sa�di)



3. Mempengaruhi Pembinaan Akhlak

Orang yang menyelami bahasa Arab, akan membuktikan bahwa bahasa ini merupakan sarana untuk membentuk moral luhur dan memangkas perangai kotor.



Berkaitan dengan itu, Ibnu Taimiyah berkata: �Ketahuilah, perhatian terhadap bahasa Arab akan berpengaruh sekali terhadap daya intelektualitas, moral, agama (seseorang) dengan pengaruh yang sangat kuat lagi nyata. 



Demikian juga akan mempunyai efek positif untuk berusaha meneladani generasi awal umat ini dari kalangan sahabat, tabi�in dan meniru mereka, akan meningkatkan daya kecerdasan, agama dan etika�. (Iqtidha Shiratil Mustaqim, hlm. 204)



Misalnya, penggalan syair yang dilantunkan Habib bin Aus yang menganjurkan berperangai dengan akhlak yang baik:

Manusia senantiasa dalam kebaikan,

selama ia mempunyai rasa malu

Batang pohon senantiasa abadi,

selama kulitnya belum terkelupas

Demi AIlah, tidak ada sedikit pun kebaikan dalam kehidupan,

Demikian juga di dunia, bila rasa malu telah hilang sirna



Juga ada untaian syair yang melecut orang agar menjauhi tabiat buruk.

Imam Syafi�i mengatakan:

Bila dirimu ingin hidup

dengan bebas dari kebinasaan,

(juga) agamamu utuh dan kehormatanmu terpelihara,

Janganlah lidahmu

mengungkit cacat orang,

Tubuhmu sarat dengan aib, dan orang (juga)

memiliki lidah.



Jadi, bahasa Arab tetap penting, Bahkan menjadi ciri khas kaum muslimin. Seyogyanya menjadi perhatian kaum muslimin. Dengan memahami bahasa Arab, penguasaan terhadap Al Qur�an dan As Sunnah menjadi lebih mudah. 



Pada gilirannya, akan mengantarkan orang untuk dapat menghayati nilai-nilainya dan mengamalkannya dalam kehidupan.



Diangkat dari Al Atsaru At Tarbawiyah Li Dirasati Al Lughah Al �Arabiyyah, karya Dr. Khalid bin Hamid Al Hazimi, dosen Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah. Majalah jami�ah Islamiyyah, edisi 125 Th. 1424 H. Disalin dari Majalah As-Sunnah edisi 02/IX/1426H, Rubrik Baituna, hal. 05 � 08.
Source : (http://www.darussalam-okus.tk/2010/09/pentingnya-bahasa-arab.html#.UP1EiPKCXUc)

Minggu, 20 Januari 2013

Indahnya Menjaga Lisan

 Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...

Indahnya Menjaga Lisan


Saudaraku yang budiman, apa yang dapat diharapkan dari
seorang pribadi yang tidak bisa menjaga lidahnya
sendiri? Padahal perkataan seseorang akan memiliki
kekuatan jikalau setiap kata-katanya benar-benar
terjaga dengan baik.

Pertama, setiap kata-kata dijamin kebenarannya, tidak
ada dusta, tidak dilebihkan, dan tidak dikurangi.
Kedua, setiap kata-kata yang dikeluarkannya
benar-benar sesuai, tepat dengan situasi dan kondisi
yang membutuhkan. Ketiga, seseorang yang dapat menjaga
lisannya yakni seseorang yang setiap patah katanya
terjaga dari apapun yang melukai hati dan menjadi
beban perasaan bagi orang lain. Dan, keempat, setiap
patah kata harus terjaga agar setiap butir kata penuh
makna dan manfaat.

Mahasuci Allah yang telah memberikan kita lisan.
Sungguh beruntung bagi seseorang yang bisa menjaga
lisannya dengan baik. Setiap pembicaraan harusnya
dipastikan kebenarannya. Setiap untaian kata yang
keluar mestinya menjadi motivasi lahirnya perubahan.
Mulut kita ini seperti corong teko. Teko hanya akan
mengeluarkan isi yang ada. Kalau di dalamnya air
bersih, yang keluar bersih. Kalau di dalamnya air
kotor, yang keluar pun kotor. Karenanya mulut
menandakan derajat seseorang, lihatlah dari apa yang
diucapkannya. Orang yang berkualitas jika berbicara
sarat dengan manfaat, dan jika diajak berbicara
mengundang hikmah. Sebaliknya, orang yang tidak
berkualitas setiap pembicarannya adalah kejelekan,
sibuk menceritakan kebaikan diri, segala peristiwa
dikomentari, dan bahkan tak sedikit yang keluar adalah
cacian dan hinaan.

Seseorang akan terampil menjaga lisan jika disertai
dengan ilmu dan kesungguhan melatih diri. Dengan ilmu
seseorang akan lebih hati-hati untuk berbicara. Makin
banyak bicara maka makin banyak energi yang terbuang
dan lidah akan semakin besar tergelincir pada dosa.
Bahkan tak sedikit kehormatan seseorang akan runtuh
karenanya.

Saudaraku, jangan biarkan lidah kita tergelincir.
Jadikan diam sebagai kebaikan daripada berbicara
tetapi mendatangkan kemudharatan. Rasulullah SW
bersabda, " Siapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau
diam." Mari kita perindah lisan kita dengan perkataan
yang baik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan
hidayah, sehingga lidah kita dapat terbiasa berdzikir
menyebut Asthma-Nya.

Apalagi mengingat bangsa kita masih serba sulit untuk
berubah, maksudnya berubah menuju arah yang lebih
baik. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), telah
dinaikan pemerintah, bagi kita jangan ribut dengan
masalah kenaikan tersebut yang terpenting, sikapi
dengan kearipan, kelapangan, dan keyakinan. Karena
tidak semata-mata Pemerintah membuat keputusan kalau
keputusan tersebut adalah yang terbaik buat
masyarakat. Semoga jangan sampai lidah kita menjadi
tidak terjaga apalagi melontarkan kata-kata kotor,
memaki, dan menghina.

Seorang insan yang baik, ia senantiasa berusaha
menjaga lisannya, karena setiap kata itu bagaikan
pisau, yang mengiris, atau bagai palu yang menghantam.
Dan kemuliaan seseorang akan hadir jikalau ia terampil
menjaga lisannya sendiri. Wallahu a'lam. 



Oleh KH. Abdullah Gymnastiar
Ditulis Untuk Harian Waspada


Source: Islam is true Religion

Cara Membuat Windows sebagai OS Default di Dual Boot dengan Ubuntu

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...


Saat Sobat menginstal Ubuntu (atau Linux OS lain), maka Ubuntu menjadi sistem operasi secara default. Jadi jika sobat ingin menggunakan OS Windows, sobat harus memilih secara manual dalam waktu 10 detik jika tidak maka akan booting ke Ubuntu langsung.


Tetapi bagaimana jika sobat menginginkan windows sebagai OS default? Maka Zazuli's Blog kali ini akan membantu sobat untuk mengubah Windows sebagai OS default komputer sobat sehingga boot ke Windows secara default.


Metode ini menggunakan Start-up tool Manager. Tool GUI yang memungkinkan sobat memilih default OS dan batas waktu default.

Pertama ketikkan perintah berikut pada terminal.

sudo apt-get install startupmanager 
 

Setelah itu maka ubuntu akan menginstall aplikasi ini, dan setelah aplikasi terinstal, jalankan melalui Dash Unity



Tool GUI memberikan sobat pilihan untuk memilih OS dan batas waktu, seperti ini:


Nah silahkan diatur sesuai kebutuhan sobat, jangan lupa memilih OS Windows sebagai OS default pada Drop Down menu "Default Operating System", jika ingin Windowslah yang menjadi Default OS pada Computer sobat.

Sekian posting kali ini semoga bermanfaat :) salam Open Source

Source: (http://www.tukangubuntu.com/)

Jumat, 18 Januari 2013

Rahasia Mengapa Yahudi Cerdas

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...

Mengapa Yahudi Cerdas
Sobat kali ini saya akan share seputar bangsa yahudi. Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi. Allah Ta'ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian..."dan Facebook berikut google yang sedang dan sering kita gunakan ini pun adalah hasil karya mereka"...Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari fenomena kelebihan mereka ini.
Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
 
Persiapan Melahirkan
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"
Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Cara Makan 
 
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Rokok
 
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Sekolah Menengah - Perguruan Tinggi
 
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.


Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
 Demikianlah postingan kali ini semoga bermanfaat dan dapat kita ambil positifnya.

Siapa yang Kaya Siapa yang Miskin

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh...

Sobat Abstract Dimension berikut ada kisah inspiratif yang mungkin akan berguna menambah wawasan kita dan mensyukuri apa yang sudah kita dapat saat ini.

Satu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.

Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :

�Bagaimana perjalanannya nak?�.

�Perjalanan yang hebat, yah�.

�Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,� Si bapak bertanya.

�O tentu saja,� jawab si anak.


�Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,� kata si bapak.

Si anak menjawab :

Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing.

Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.

Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.

Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.

kumpulan kisah inspirasi terbaik
Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.

Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.

Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.

Ayah si anak hanya bisa bungkam.

Lalu si anak menambahkan kata-katanya : �Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita�.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
  • Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada penilaian orang lain.
  • Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
  • Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain...
Source: (http://pengharapan.com/siapa-yang-kaya-siapa-yang-miskin.html)